Penangkaran Buaya Asam Kumbang Kota Medan Sumatra Utara

Penangkaran Buaya Asam Kumbang adalah salah satu destinasi wisata legendaris di Kota Medan, Sumatera Utara. Terletak di Jalan Bunga Raya II, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.

Sejarah Buaya Asam Kumbang

Disini Archipelago Indonesia akan memberikan ulasan menarik tentang seputar Buaya Asam Kumbang yang ada di Kota Medan Sumatra Utara.

Sejarah Buaya Asam Kumbang

Penangkaran Buaya Asam Kumbang di Kota Medan merupakan salah satu buaya terbesar di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara. Didirikan pada tahun 1959 oleh Lo Tham Muk, tempat ini awalnya hanya berfungsi sebagai lokasi pemeliharaan beberapa ekor buaya. Seiring waktu, jumlah buaya yang dipelihara terus bertambah hingga mencapai ribuan ekor dari berbagai spesies.

Penangkaran ini berperan penting dalam konservasi buaya, terutama dalam melindungi spesies dari perburuan liar dan menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, tempat ini juga menjadi objek wisata edukatif yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan buaya serta proses penangkarannya.

Latar Belakang Pemilik Asam Kumbang

Penangkaran Buaya Asam Kumbang didirikan oleh Lo Tham Muk pada tahun 1959. Lo Tham Muk adalah seorang warga keturunan Tionghoa yang memiliki minat besar terhadap reptil, khususnya buaya. Awalnya, ia hanya memelihara beberapa ekor buaya di lahan pribadinya, tetapi seiring waktu, jumlah buaya yang dikembangbiakkan semakin bertambah.

Dengan dedikasi dan upaya konservasinya, tempat ini berkembang menjadi salah satu penangkaran buaya terbesar di Asia Tenggara. Hingga kini, penangkaran ini tetap dikelola oleh keluarganya dan menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Keindahan Buaya Asam Kumbang

Keindahan Penangkaran Buaya Asam Kumbang terletak pada keunikan dan keberagaman spesies buaya yang hidup di habitat buatan yang menyerupai lingkungan aslinya. Dengan ratusan hingga ribuan ekor buaya dari berbagai ukuran, tempat ini memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung yang ingin melihat secara langsung kehidupan reptil purba ini.

Suasana alam yang hijau dan kolam-kolam besar yang menjadi tempat buaya berjemur menciptakan pemandangan yang khas dan eksotis. Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan perilaku alami buaya, seperti saat mereka beristirahat, berenang, atau diberi makan. Keunikan ini menjadikan Penangkaran Buaya Asam Kumbang sebagai destinasi wisata edukatif yang memadukan keindahan alam dan keajaiban dunia satwa.

Aktivitas Buaya Asam Kumbang

Buaya di Penangkaran Buaya Asam Kumbang sangat beragam dan menarik untuk disaksikan. Pada siang hari, buaya sering terlihat berjemur di tepian kolam dengan tubuh yang diam seolah tidak bergerak, sebuah kebiasaan yang membantu mereka mengatur suhu tubuh. Saat berada di dalam air, mereka berenang perlahan atau berdiam dengan hanya mata dan hidung yang terlihat di permukaan.

Salah satu momen paling menarik adalah saat pemberian makan, di mana buaya menunjukkan gerakan cepat dan kekuatan rahangnya yang luar biasa saat menangkap makanan. Selain itu, di penangkaran ini juga terdapat buaya yang telah berusia puluhan tahun, menunjukkan bagaimana reptil purba ini dapat bertahan dalam lingkungan yang terjaga dengan baik. Keunikan perilaku mereka menjadikan tempat ini sebagai destinasi edukasi dan wisata yang penuh pengalaman menarik.

Kelengkapan Fasilitas Buaya Asam Kumbang

Penangkaran Buaya Asam Kumbang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengunjung serta kelangsungan hidup buaya yang dipelihara. Tersedia kolam-kolam besar yang dirancang menyerupai habitat asli untuk menampung ribuan ekor buaya dari berbagai usia dan ukuran. Selain itu, terdapat jalur pejalan kaki dan area pandang yang memungkinkan pengunjung mengamati buaya dari jarak aman.

Fasilitas pendukung lainnya mencakup area parkir, tempat duduk, serta papan informasi yang memberikan edukasi tentang kehidupan dan konservasi buaya. Beberapa bagian penangkaran juga menyediakan tempat untuk melihat koleksi telur buaya dan anak buaya yang masih dalam tahap pertumbuhan. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, Penangkaran Buaya Asam Kumbang menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik dan nyaman bagi pengunjung.

Berikut adalah kelengkapan fasilitas di Penangkaran Buaya Asam Kumbang:

  • Kolam Buaya – Kolam besar yang dirancang menyerupai habitat alami untuk ribuan ekor buaya.
  • Jalur Pejalan Kaki & Area Pandang – Memungkinkan pengunjung mengamati buaya dari jarak aman.
  • Area Parkir – Tersedia tempat parkir untuk kendaraan pengunjung.
  • Tempat Duduk & Area Istirahat – Disediakan untuk kenyamanan pengunjung.
  • Papan Informasi & Edukasi – Menyediakan informasi tentang kehidupan dan konservasi buaya.
  • Kandang Anak Buaya – Tempat khusus untuk melihat anakan buaya dan telur buaya.
  • Fasilitas Keamanan – Pagar pembatas dan pengawasan untuk memastikan keselamatan pengunjung.
  • Toilet & Mushola – Fasilitas umum untuk kebutuhan pengunjung.
  • Tempat Pemberian Makan Buaya – Area di mana pengunjung dapat menyaksikan buaya diberi makan.

Dengan fasilitas ini, Penangkaran Buaya Asam Kumbang menjadi tempat wisata edukatif yang nyaman dan aman bagi pengunjung.

Jam Operasional Dan Tiket Masuk

Penangkaran Buaya Asam Kumbang di Medan beroperasi setiap hari dengan jam operasional mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Harga tiket masuk bervariasi menurut beberapa sumber:

  • Anak-Anak Rp6.000 per orang
  • Remaja Rp10.000 per orang
  • Dewasa Rp20.000 per orang

Perbedaan harga ini mungkin disebabkan oleh perubahan tarif dari waktu ke waktu atau perbedaan informasi dari berbagai sumber. Untuk memastikan harga tiket yang akurat, disarankan untuk menghubungi langsung pihak penangkaran sebelum berkunjung.

Baca Juga: Tradisi Melayu Di Wariskan Turun Menurun Melalaui suku melayu Di Indonesia

Apakah Ada Buaya Tertua Di Buaya Asam Kumbang

Apakah Ada Buaya Tertua Di Buaya Asam Kumbang

Di Penangkaran Buaya Asam Kumbang, terdapat buaya tertua yang berusia sekitar 60 tahun dengan panjang mencapai 6 meter. Buaya ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin melihat langsung reptil berusia lanjut dengan ukuran yang mengesankan.

Lokasi & Akses Menuju Buaya Asam Kumbang

Penangkaran Buaya Asam Kumbang terletak di Jalan Bunga Raya II, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara. Tempat ini berjarak sekitar 10 km dari pusat Kota Medan:

Kendaraan Pribadi

Dari pusat Kota Medan, perjalanan dapat ditempuh sekitar 30-40 menit menggunakan mobil atau sepeda motor. Rute utama yang Dapat diambil adalah melalui Jalan Gatot Subroto, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jalan Bunga Raya II.

Transportasi Umum

Pengunjung dapat menggunakan angkutan kota (angkot) dari pusat kota menuju daerah Medan Selayang, kemudian melanjutkan dengan ojek menuju lokasi penangkaran. Alternatif lainnya adalah menggunakan transportasi online seperti Gojek atau Grab untuk lebih mudah dan praktis.

Dengan akses yang cukup mudah, Penangkaran Buaya Asam Kumbang menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kesimpulan

Penangkaran Buaya Asam Kumbang merupakan salah satu penangkaran buaya terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara yang berperan penting dalam konservasi serta edukasi tentang buaya. Didirikan pada tahun 1959 oleh Lo Tham Muk, tempat ini kini menampung ribuan ekor buaya dari berbagai ukuran dan usia, termasuk beberapa yang telah berusia puluhan tahun.

Habitat buaya yang terjaga, penangkaran ini juga menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk melihat lebih dekat kehidupan reptil purba ini. Dengan fasilitas yang cukup lengkap dan akses yang mudah, Penangkaran Buaya Asam Kumbang tetap menjadi tempat wisata edukatif yang menarik bagi masyarakat dan wisatawan.

Demikian informasi penting seputar Wisata Buaya Asam Kumbang yang berlokasi  Kota Medan jangan lupa ikutin informasi lanjut tentang Archipelago Indonesia

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *