Menikmati Keindahan Pura Tanah Lot, Destinasi Wajib di Bali
Menikmati keindahan Pura Tanah Lot, ikon wisata Bali yang memikat dengan arsitektur tradisional dan panorama laut spektakuler.

Saksikan matahari terbenam di balik pura, jelajahi jalan batu saat air surut, dan nikmati suasana mistis yang berpadu dengan budaya Hindu Bali. Dari tari Kecak hingga pasar seni lokal, pengalaman lengkap menanti setiap pengunjung.
Dibawah ini akan membahas keindahan tempat wisata-wisata yang menakjubkan mata yang cuman ada di Archipelago Indonesia.
Pesona Pura Tanah Lot, Ikon Wisata Bali
Pura Tanah Lot menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di Bali yang memikat jutaan pengunjung setiap tahunnya. Pura suci ini berdiri megah di atas batu karang di tengah laut di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, sekitar 13 kilometer selatan Kota Tabanan.
Keindahan alamnya yang menyatu dengan arsitektur Hindu Bali membuat pura ini sering disebut sebagai “pura segara” atau pura laut. Pengunjung bisa menyaksikan ombak besar menghantam karang saat air pasang, menciptakan pemandangan spektakuler yang sulit dilupakan. Tak heran jika Tanah Lot menjadi simbol pariwisata Pulau Dewata yang wajib dikunjungi.
Lokasi strategisnya dari Kuta hanya sekitar 23 kilometer atau 1 jam perjalanan membuatnya mudah diakses, baik dengan mobil pribadi maupun sewa kendaraan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Sejarah Legendaris Pendirian Pura Tanah Lot
Sejarah Pura Tanah Lot bermula pada abad ke-16 saat Dang Hyang Nirartha, brahmana dari Jawa, datang ke Bali untuk menyebarkan ajaran Hindu di bawah Raja Dalem Waturenggong. Saat bermeditasi di Desa Beraban, ia melihat sinar suci dari batu karang berbentuk burung beo di tepi laut. Dengan kekuatan spiritualnya, Nirartha memindahkan batu tersebut ke tengah laut, menjadikannya tempat suci.
Bendesa Beraban awalnya menentang kehadiran Nirartha karena pengikutnya beralih ke ajaran Hindu, tapi keajaiban ular putih suci dari kainnya membuat mereka bertobat. Legenda ini diabadikan dalam Dwijendra Tatwa, menjadikan Tanah Lot sebagai salah satu dari tujuh pura Sad Kahyangan.
Pura ini terus direnovasi hingga abad ke-17 untuk memperkuat struktur menghadapi abrasi laut.Hingga kini, pura tetap menjadi pusat spiritual umat Hindu Bali, dengan ritual yang menarik wisatawan religi.
Baca Juga: Rahasia Pulau Tanabala Surga Tropis di Ujung Nusantara
Keunikan Arsitektur dan Fenomena Alam

Arsitektur Pura Tanah Lot menggabungkan elemen tradisional Bali seperti meru tumpang tiga dan gapura kembar yang harmonis dengan alam. Saat air surut, jalan batu memungkinkan pengunjung menyeberang ke pura utama, sementara air pasang menciptakan ilusi pulau terpisah.
Fenomena sunset paling terkenal di sini, di mana matahari terbenam di balik pura menciptakan siluet emas yang Instagramable. Ombak ganas dan angin laut menambah nuansa mistis, terutama saat upacara piodalan. Pura ini juga dilengkapi taman bukit kecil sebagai pura pelindung dari roh jahat.
Unsur alam seperti mata air tawar di tengah laut asin menjadi daya tarik unik, diyakini memiliki khasiat penyembuhan.
Aktivitas Menarik dan Tips Berkunjung
Pengunjung bisa menikmati sunset tour, berfoto di spot ikonik, atau menyaksikan tari Kecak di panggung terbuka saat senja. Pasar seni di sekitar menjajakan suvenir ukir dan kain Bali autentik. Saat air surut, eksplorasi karang dan gua menjadi petualangan seru keluarga.
Waktu terbaik kunjungan adalah sore hari pukul 16.00-18.00 WIB untuk sunset, dengan tiket masuk sekitar Rp60.000 per orang. Hindari musim hujan karena akses licin, dan pakai sarung untuk masuk area suci. Restoran seafood di pinggir pantai menawarkan kuliner segar sambil nikmati view pura.
Manfaatkan juga waktu Anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi informasi terupdate lainnya hanya di Archipelago Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.tripadvisor.co.id
- Gambar Kedua dari labirutour.com
