Bukan Sekadar Mainan! Ini Rahasia Seru di Balik Perepet Jengkol

Mengenal permainan tradisional Perepet Jengkol, warisan budaya Sunda yang sarat nilai kebersamaan, dan keceriaan anak-anak di masa lalu.

Bukan Sekadar Mainan! Ini Rahasia Seru di Balik Perepet Jengkol

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan ragam budaya, termasuk dalam hal permainan tradisional. Di tengah arus modernisasi dan dominasi gawai digital, berbagai permainan rakyat perlahan mulai terlupakan. Salah satu permainan tradisional yang sarat makna kebersamaan adalah Perepet Jengkol.

Dibawah ini akan membahas sejarah dan keindahan wisata yang ada di indonesia cuman ada di Archipelago Indonesia.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Asal-Usul dan Makna Nama

Perepet Jengkol, permainan anak-anak Sunda dari Jawa Barat, dinamai dari gerakan “perepet” (berhimpit) dan “jengkol” sebagai bahan makanan khas Nusantara.

Meski tidak memiliki kaitan langsung dengan buah jengkol itu sendiri, masyarakat menyebut nama tersebut sebagai simbol kelucuan dan daya tarik tersendiri. Nama yang unik membuat permainan ini mudah anak-anak ingat dan mampu menarik perhatian mereka.

Secara turun-temurun, masyarakat mewariskan permainan ini dari generasi ke generasi tanpa aturan tertulis. Anak-anak belajar langsung dari kakak atau teman sebaya, sehingga mereka menanamkan nilai kebersamaan sejak awal.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Cara Bermain Perepet Jengkol

Perepet Jengkol dimainkan oleh beberapa anak, biasanya dalam jumlah genap. Para pemain dibagi menjadi dua kelompok dengan jumlah anggota yang sama. Setiap kelompok kemudian membentuk lingkaran kecil dengan posisi saling membelakangi.

Selanjutnya, setiap pemain saling mengaitkan tangan atau berpegangan erat di bagian belakang tubuh temannya. Setelah formasi terbentuk, kedua kelompok akan saling mendekat dan berusaha menjatuhkan kelompok lawan tanpa melepaskan pegangan.

Permainan ini mengandalkan keseimbangan dan kekuatan kaki. Meski terlihat sederhana, Perepet Jengkol membutuhkan strategi dan koordinasi yang baik agar tetap kokoh menghadapi dorongan lawan.

Baca Juga: Pantai Pasir Timbul, Spot Foto Cantik Saat Air Laut Surut

Nilai Kebersamaan dan Kerja Sama

Nilai Kebersamaan dan Kerja Sama

Salah satu kekuatan utama Perepet Jengkol terletak pada nilai kebersamaan yang para pemain bangun bersama. Permainan ini tidak memberi ruang bagi kemenangan individu karena setiap tim harus mengandalkan kekompakan untuk meraih keberhasilan.

Setiap anggota memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan tim. Jika satu orang lengah, seluruh tim bisa tumbang. Situasi ini mengajarkan anak-anak untuk memikul tanggung jawab serta menumbuhkan rasa saling percaya antaranggota.

Selain itu, Perepet Jengkol juga melatih komunikasi nonverbal. Para pemain harus peka terhadap gerakan tubuh rekan setimnya. Tanpa banyak bicara, mereka belajar memahami ritme dan tekanan yang datang dari luar.

Tantangan di Era Modern

Di era digital seperti sekarang, permainan tradisional menghadapi tantangan besar. Anak-anak lebih akrab dengan permainan berbasis layar dibanding aktivitas fisik di luar ruangan.

Kurangnya ruang terbuka juga menjadi faktor penyebab menurunnya popularitas Perepet Jengkol. Lingkungan perkotaan yang padat membuat anak-anak kesulitan menemukan tempat yang aman untuk bermain bersama.

Meski demikian, sejumlah sekolah dan komunitas budaya mulai menghidupkan kembali permainan ini melalui kegiatan ekstrakurikuler dan festival daerah. Upaya ini penting agar generasi muda tetap mengenal identitas budayanya.

Upaya Pelestarian Budaya

Pemerintah daerah dan komunitas budaya juga aktif menyelenggarakan lomba permainan tradisional saat peringatan hari besar nasional. Kegiatan ini menjadi momentum bagi anak-anak untuk berinteraksi secara langsung tanpa perantara teknologi.

Peran orang tua pun tak kalah penting. Dengan mengenalkan permainan tradisional sejak dini, keluarga dapat menanamkan nilai kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan emosional antaranggota keluarga.


Sumber Gambar:

  • Gambar pertama dari Happy Play Indonesia
  • Gambar kedua dari YouTube

Similar Posts