Legendaris! Masjid Bengkok di Medan, Saksi Sejarah Sejak 1874!
Di tengah hiruk pikuk Kota Medan, berdiri sebuah masjid bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan panjang sejak abad ke-19.
Di tengah kesibukan Kota Medan, Masjid Bengkok berdiri sebagai saksi sejarah panjang sejak 1874. Masjid ini tidak hanya jadi tempat ibadah, tapi juga ikon religious dan sejarah yang kental dengan nuansa kota pelabuhan. Dengan arsitektur unik dan kisah latar belakang yang menarik, masjid ini menjadi destinasi religi dan sejarah yang sering dikunjungi warga maupun wisatawan.
Berikut ini Archipelago Indonesia akan mengulas sejarah dan keunikan Masjid Bengkok di Medan yang sarat nilai budaya dan religi.
Sejarah Singkat Masjid Bengkok
Masjid Bengkok, dikenal secara resmi sebagai Masjid Lama Gang Bengkok, berdiri di kawasan Kesawan, Medan Barat, sekitar tahun 1874. Pembangunannya berkaitan dengan masa Kesultanan Deli, tepatnya pada masa Sultan Deli ke‑IX, Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alamsyah. Sejak awal berdiri, masjid ini menjadi bagian penting dari kehidupan umat Islam di Medan.
Biaya pembangunannya sepenuhnya dibiayai seorang saudagar Tionghoa kaya, Tjong A Fie, yang kemudian mewakafkan bangunan kepada Kesultanan Deli. Keterlibatan tokoh dari etnis Tionghoa dalam pendirian masjid ini menjadi simbol awal kerukunan dan keberagaman di Medan.
Sejak abad ke‑19, masjid ini telah melewati berbagai perubahan zaman, mulai masa kolonial hingga kemerdekaan Indonesia. Di tengah kota yang terus berkembang, Masjid Bengkok tetap berdiri sebagai penanda penting identitas dan tradisi Kota Medan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Nama Unik Dan Konon Bentuk “Bengkok”
Masjid Bengkok bukan nama resmi, tetapi julukan yang tumbuh dari sejarah bangunan dan jalan di sekitarnya. Masjid ini berada di sebuah gang sempit dengan jalan yang berbelok di depannya, sehingga masyarakat menyebutnya “gang bengkok”. Karena tidak ada nama resmi yang jelas, sebutan “Masjid Bengkok” pun melekat dan terus dipakai hingga sekarang.
Ada juga cerita rakyat yang mengaitkan nama “bengkok” dengan bentuk atap dan bangunan yang tampak menyerupai bendungan atau dinding pertahanan dari sudut tertentu. Nama yang sederhana ini justru menjadi ciri khas yang membedakan masjid ini dari bangunan lain di Medan.
Julukan yang mudah diingat menjadikan Masjid Bengkok lebih familiar di kalangan warga. Sebutan ini juga memperkuat kesan bahwa masjid ini lahir dari kisah rakyat sehari‑hari, bukan hanya dari catatan formal semata.
Baca Juga: Bikin Takjub! Keindahan Pantai Wediombo yang Disebut Mirip Surga Dunia
Arsitektur Khas Dan Perpaduan Budaya
Masjid Bengkok memiliki arsitektur unik yang menggabungkan unsur budaya Melayu, Persia, Romawi, dan nuansa China. Atapnya berwarna hijau dan kuning, mirip kelenteng, memberi kesan hangat dan megah sekaligus. Perpaduan ini menegaskan Medan sebagai kota pelabuhan dengan masyarakat multietnis yang saling berinteraksi sejak lama.
Kolom dan lengkungan bergaya Timur Tengah tampak jelas di bagian fasad, sementara detail hiasan dan pola bangunannya menunjukkan sentuhan China. Ruang utama cukup luas, sehingga mampu menampung ribuan jamaah saat shalat Jumat dan hari besar keagamaan.
Unsur budaya yang bercampur ini menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga karya arsitektural yang layak dipelajari. Banyak pelancong dan pelajar sejarah datang untuk mengamati bentuk bangunan sekaligus belajar tentang toleransi dan keberagaman yang terpancar dari arsitekturnya.
Peran Sosial Dan Wisata Religi
Di tengah kawasan perdagangan yang ramai, Masjid Bengkok menjadi tempat respite dan spiritual bagi pedagang dan pekerja sekitar. Tidak jarang, masyarakat berbagai etnis datang beribadah di sini, menjadikannya simbol keberagaman dan toleransi di tengah Medan. Keberadaannya di antara toko onderdil, alat tulis, dan percetakan menegaskan hidup berdampingan yang akrab.
Seiring waktu, masjid ini berkembang menjadi destinasi wisata religi yang populer. Banyak pelancong datang untuk shalat, menikmati suasana historis, atau berfoto di pelataran masjid. Masjid Bengkok juga sering menjadi tujuan outing edukasi bagi pelajar dan komunitas lokal.
Dengan sejarah sejak 1874, desain khas, dan peran sosialnya, Masjid Bengkok tetap menjadi ikon penting Kota Medan. Masjid ini mengingatkan bahwa warisan budaya, keberagaman, dan religi bisa hidup berdampingan dan menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia wisata religi.
Ikuti selalu informasi terbaru tentang Archipelago Indonesia yang kami perbarui setiap hari dengan berita lengkap dan menarik untuk Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari muisumut.or.id
- Gambar Kedua dari travel.kompas.com