|

Benteng Kastela Ternate, Menyusuri Jejak Sejarah di Pesisir Maluku

Benteng Kastela Ternate memikat wisatawan dengan pesona sejarahnya, menawarkan pemandangan laut indah dan kisah kolonial menarik.

Benteng Kastela Ternate memikat wisatawan dengan pesona sejarahnya

Ternate, pulau eksotis di Maluku Utara, menyimpan banyak jejak sejarah menarik. Benteng Kastela, peninggalan kolonial, menawarkan pemandangan laut memesona dan cerita sejarah kaya. Mengunjungi benteng ini bukan sekadar wisata, tetapi juga menelusuri jejak perdagangan rempah dan persaingan kolonial di Nusantara.

Berikut ini Archipelago Indonesia akan memberikan ulasan lengkap tentang sejarah, arsitektur, dan pengalaman wisata di Benteng Kastela.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Sejarah Berdirinya Benteng Kastela

Portugis membangun Benteng Kastela pada abad ke-16 untuk mempertahankan dan menguasai perdagangan cengkeh di Maluku. Terletak di pesisir utara Ternate, benteng ini menjadi titik pengawasan penting bagi kapal dagang yang melintas. Portugis memilih lokasi ini karena akses mudah ke pelabuhan alami dan pemandangan laut yang luas.

Setelah kedatangan Belanda, Benteng Kastela sempat direbut dan direnovasi untuk memperkuat kontrol VOC atas perdagangan rempah. Benteng menjadi simbol kekuatan kolonial yang ingin menguasai Nusantara. Seiring waktu, konflik dengan penduduk lokal dan serangan dari kerajaan tetangga menjadikan benteng ini saksi dari berbagai peristiwa dramatis.

Kini, Benteng Kastela berdiri sebagai peninggalan sejarah yang terawat. Meski sebagian bangunan mengalami erosi akibat cuaca tropis, struktur utama masih terlihat jelas. Wisatawan dapat merasakan atmosfer kolonial sambil mempelajari dinamika politik dan perdagangan rempah di era tersebut.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Arsitektur Dan Desain Benteng

Benteng Kastela memiliki bentuk persegi dengan tembok tebal dan meriam yang masih tersisa. Arsiteknya merancang tembok ini untuk menahan serangan musuh dari laut maupun darat. Posisi menara pengawas memungkinkan pandangan 360 derajat ke sekitar pulau dan laut lepas, mencerminkan strategi militer Portugis yang matang.

Di dalam benteng, terdapat gudang rempah, ruang barak, dan area penjara. Ruang-ruang ini menunjukkan fungsi multifungsi benteng sebagai pusat pertahanan, penyimpanan barang dagangan, dan administrasi. Penataan bangunan yang rapi memperlihatkan kombinasi arsitektur Eropa dengan adaptasi lokal terhadap iklim tropis.

Selain itu, lorong-lorong sempit dan tangga batu yang masih kokoh menambah daya tarik estetika. Wisatawan dapat menelusuri setiap sudut sambil membayangkan kehidupan sehari-hari prajurit dan pedagang pada masa kolonial. Detail arsitektur ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sejarah dan fotografi.

Baca Juga: Liburan Asyik di Pantai Giliyang Madura, Alam Asri dan Kuliner Lezat

Aktivitas Wisata di Benteng Kastela

 Aktivitas Wisata di Benteng Kastela

Mengunjungi Benteng Kastela menawarkan pengalaman wisata sejarah yang menyenangkan. Pengunjung dapat berjalan-jalan di sepanjang tembok sambil menikmati pemandangan laut yang menakjubkan. Sunrise dan sunset di benteng menjadi momen favorit bagi fotografer dan pecinta alam.

Selain itu, wisata edukasi juga bisa dilakukan. Pemandu lokal kerap menceritakan kisah perang, perdagangan cengkeh, dan interaksi antara Portugis, Belanda, dan kerajaan Ternate. Anak-anak maupun pelajar dapat belajar sejarah dengan cara yang interaktif dan menarik.

Tidak ketinggalan, wisata kuliner khas Ternate dapat dinikmati di sekitar benteng. Beberapa kafe menawarkan masakan lokal, seperti ikan bakar dan sambal rica-rica, lengkap dengan pemandangan laut. Aktivitas ini membuat kunjungan ke Benteng Kastela semakin lengkap dan memuaskan.

Tips Berkunjung ke Benteng Kastela

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari, saat udara lebih sejuk dan cahaya matahari lembut. Pakailah alas kaki yang nyaman karena jalan setapak dan tangga batu mudah licin. Bawa topi dan air minum untuk menghindari dehidrasi saat menjelajahi area benteng.

Bagi pecinta sejarah, jangan lupa membawa kamera dan catatan kecil. Dokumentasikan detail arsitektur dan panorama sekitar untuk referensi atau kenangan pribadi. Pemandu lokal biasanya sangat membantu menjelaskan sejarah yang tidak tertulis di prasasti atau papan informasi.

Terakhir, hormati area benteng dengan tidak merusak tembok atau menulis di dinding. Kita harus menjaga kelestarian Benteng Kastela sebagai warisan budaya yang berharga. Dengan mengikuti aturan ini, wisatawan ikut berperan dalam pelestarian sejarah sekaligus menikmati pengalaman berkesan.

Jangan lewatkan info terbaru tentang Archipelago Indonesia, selalu diperbarui setiap hari, menyajikan berita lengkap dan menarik untuk Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari backpackerjakarta.com
  • Gambar Kedua dari travel.detik.com

Similar Posts