De Djawatan Banyuwangi, Hutan Unik Yang Bikin Serasa Masuk Dunia Lain!
De Djawatan di Banyuwangi menawarkan hutan unik dengan suasana magis yang membuat pengunjung serasa memasuki dunia lain yang memukau.
De Djawatan di Banyuwangi menawarkan pengalaman hutan mistis bak negeri dongeng. Selain itu, pohon trembesi raksasa berusia ratusan tahun menciptakan kanopi rindang yang memukau. Akhirnya, banyak orang mempopulerkan destinasi ini untuk foto estetik dan healing alam, sementara Perhutani mengelolanya sejak era kolonial.
Berikut ini Archipelago Indonesia akan mengulas pesona De Djawatan Banyuwangi, keunikan hutan trembesi, daya tarik wisata, serta pengalaman menarik pengunjung.
Sejarah dan Lokasi Strategis
De Djawatan terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur. Dulunya, tempat ini berfungsi sebagai pengolahan kayu trembesi zaman Belanda dan penimbunan kayu jati. Kini, kawasan itu telah berubah menjadi hutan wisata lindung seluas 3,8 hektar.
De Djawatan berjarak sekitar 31 km dari pusat Banyuwangi dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam melalui Jalan Raya Jember. Destinasi ini buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB dengan akses yang mudah dari Pelabuhan Ketapang maupun Stasiun Karangasem. Lokasinya yang strategis menjadikannya mudah dijangkau wisatawan.
Masyarakat kerap membandingkan pesona kawasan ini dengan Hutan Fangorn dalam film The Lord of the Rings. Nama “De Djawatan” sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti hutan tanaman. Transformasinya dari kawasan industri kayu menjadi ekowisata modern menunjukkan keberhasilan pengelolaan berbasis konservasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Pesona Alam dan Spot Foto Ikonik
Pohon trembesi di De Djawatan yang berusia lebih dari 100 tahun membentuk kanopi alami menyerupai gua hijau. Lumut dan epifit yang menempel di cabang menciptakan suasana magis yang khas. Cahaya matahari pagi dan sore yang menembus kanopi menghasilkan efek visual dramatis untuk fotografi.
Spot favorit pengunjung mencakup terowongan pohon utama dan jalur pejalan kaki yang rindang. Udara sejuk terasa sepanjang hari berkat rapatnya tutupan pepohonan. Kehadiran burung dan serangga liar menambah kesan hidup pada ekosistem hutan.
Banyak pengunjung membandingkan suasana tempat ini dengan dunia fantasi. Pakis yang menutupi batang pohon tua semakin memperkuat nuansa mistis. Karena itu, lokasi ini sangat ideal untuk konten media sosial maupun pengambilan gambar dari udara.
Baca Juga: Gua Petruk Kebumen: Eksplor Gua Unik dengan Keindahan Alam Yang Memukau!
Aktivitas Seru dan Fasilitas Lengkap
Aktivitas utama di De Djawatan adalah berfoto estetik di bawah deretan pohon trembesi raksasa. Trekking ringan memungkinkan pengunjung menjelajahi sekitar 3,8 hektar kawasan hutan sambil menikmati udara segar. Kegiatan ini cocok untuk keluarga, pasangan, maupun solo traveler yang mencari suasana tenang.
Pengunjung juga dapat menikmati area piknik dan fasilitas berkemah yang nyaman. Berbagai aktivitas outbound turut menambah pengalaman petualangan di alam terbuka. Pemandu lokal tersedia untuk menjelaskan sejarah serta keunikan ekosistem trembesi.
Fasilitas pendukung meliputi area parkir luas, musala, dan toilet yang terjaga kebersihannya. Warung makan di sekitar lokasi menyediakan kuliner lokal dengan harga terjangkau. Tiket masuk pun relatif murah, mulai dari Rp10.000 per orang.
Manfaat Ekonomi dan Pelestarian
Wisata De Djawatan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Benculuk. Lapangan kerja terbuka bagi warga, mulai dari penjaga kawasan hingga pedagang dan pemandu wisata lokal. Pendapatan desa pun meningkat signifikan sejak destinasi ini viral pada 2022.
Perhutani mengelola kawasan secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian hutan trembesi purba. Statusnya sebagai kawasan lindung turut membantu mencegah deforestasi sekaligus mendukung konsep ekowisata. Jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun terus meningkat.
Potensi De Djawatan dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan destinasi lain di Banyuwangi, seperti Taman Nasional Alas Purwo. Model pengelolaan ini dinilai mampu menjadi inspirasi bagi hutan lindung lainnya. Dengan pengembangan yang tepat, kawasan ini berpeluang menjadi ikon wisata alam unggulan di Jawa Timur.
Ikuti selalu informasi terbaru tentang Archipelago Indonesia yang kami perbarui setiap hari dengan berita lengkap dan menarik untuk Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari traveloka.com
- Gambar Kedua dari traveloka.com