Mengungkap Jejak Sejarah, Benteng Pulau Mepar Penjaga Kedaulatan Lingga
Benteng Pulau Mepar menyimpan jejak sejarah, berperan sebagai penjaga kedaulatan Lingga sejak masa lampau.
Pulau Mepar di Lingga menyimpan sebuah mahakarya pertahanan masa lalu, yaitu Benteng Pulau Mepar. Benteng ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan saksi bisu sejarah panjang perjuangan dan strategi pertahanan di wilayah Kepulauan Riau. Keberadaannya kini diakui sebagai cagar budaya, menegaskan pentingnya benteng ini dalam narasi sejarah Indonesia.
Berikut ini Archipelago Indonesia akan memberikan ulasan lengkap tentang sejarah, arsitektur, dan pengalaman wisata di Benteng Pulau Mepar.
Pengakuan Dan Penetapan Sebagai Cagar Budaya
Benteng Pulau Mepar terletak di Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga. Keberadaannya menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat. Lokasinya yang strategis menjadikannya titik vital dalam sejarah pertahanan maritim wilayah tersebut.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga secara proaktif mendaftarkan Benteng Pulau Mepar. Pendaftaran ini dilakukan sebagai cagar budaya Indonesia ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 19 Oktober 2016. Langkah ini menunjukkan komitmen pelestarian warisan budaya.
Proses verifikasi untuk status cagar budaya tidak berlangsung singkat. Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat melakukan verifikasi lapangan pada 11 Desember 2017. Verifikasi ini penting untuk memastikan kelayakan dan nilai historis benteng.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Letak Strategis Dan Struktur Pertahanan
Benteng Pulau Mepar berlokasi di Pulau Mepar, sekitar 1 kilometer di selatan Tanjung Butung. Posisi ini memberikan keunggulan taktis. Selain itu, letaknya yang menghadap langsung ke laut lepas menjadikannya garis pertahanan terdepan dari berbagai ancaman maritim.
Di dalam kompleks benteng, terdapat lima bangunan utama dan dua sumur. Bangunan-bangunan ini memiliki fungsi berbeda dalam sistem pertahanan. Struktur yang terorganisir menunjukkan perencanaan yang matang dalam pembangunan benteng.
Bangunan pertama berada di bukit timur pulau dengan ukuran 25×23 meter, dinding 2,5 meter, dan tinggi 11,5 meter. Sementara itu, bangunan kedua di tenggara memiliki parit dan dua selekoh selebar 23 meter. Selanjutnya, bangunan ketiga dan keempat berbentuk segi empat seluas 300 meter², sedangkan bangunan kelima berbentuk segitiga seluas 150 meter² di selatan pulau.
Baca Juga: Bukan Sekadar Mainan! Ini Rahasia Seru di Balik Perepet Jengkol
Kondisi Fisik Dan Artefak Yang Tersisa
Saat ini, seluruh bangunan di dalam kompleks Benteng Pulau Mepar sudah dalam keadaan rusak. Selain itu, kerusakan ini kemungkinan disebabkan oleh faktor usia, cuaca, dan kurangnya perawatan selama berabad-abad. Kondisi ini memerlukan upaya konservasi yang serius.
Meskipun demikian, benteng ini masih menyimpan jejak-jejak masa lalu yang penting. Salah satu artefak signifikan adalah meriam-meriam yang dahulu menjadi alat pertahanan utama. Keberadaan meriam ini menegaskan fungsi militer benteng.
Penduduk setempat telah memindahkan beberapa meriam ke pemukiman di utara Pulau Mepar. Komunitas setempat kemungkinan melakukan tindakan ini untuk melestarikan benteng atau sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Keberadaan meriam ini menjadi pengingat akan kekuatan pertahanan benteng.
Peran Kunci Dalam Sejarah Kesultanan Lingga
Benteng di Pulau Mepar berfungsi sebagai garis pertahanan paling terdepan untuk melindungi Istana Daik, pusat kekuasaan Kesultanan Lingga. Posisi ini menyoroti perannya yang krusial dalam menjaga keamanan ibu kota kerajaan. Benteng ini menjadi garda terdepan dari serangan musuh.
Petugas yang mengawasi Benteng Pulau Mepar memiliki kekhususan dalam penugasannya. Keturunan Datuk Kaya secara turun-temurun menjadi penjaga benteng. Pewarisan ini menegaskan keluarga tersebut memegang tugas dan kepercayaan penting.
Datuk Kaya sendiri merupakan keturunan dari Megat Mata Merah, seorang tokoh penting dalam sejarah lokal. Silsilah ini menegaskan garis keturunan yang memiliki peran signifikan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah Kesultanan Lingga.
Jangan lewatkan info terbaru tentang Archipelago Indonesia, selalu diperbarui setiap hari, menyajikan berita lengkap dan menarik untuk Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari riaupagi.com
- Gambar Kedua dari batamnews.co.id
