|

Menelusuri Sejarah Benteng Victoria, Warisan Portugis di Pusat Kota Ambon

Benteng Victoria di Ambon menjadi saksi sejarah kolonial Portugis, menawarkan wawasan arsitektur dan perjuangan masyarakat Maluku.

Menelusuri Sejarah Benteng Victoria

Ambon, ibu kota Maluku, menyimpan banyak jejak sejarah kolonial yang menarik. Salah satu peninggalan ikonik adalah Benteng Victoria, benteng Portugis megah di Kecamatan Sirimau, pusat Kota Ambon. Benteng ini menjadi saksi perjuangan masyarakat Maluku sekaligus menawarkan wawasan tentang arsitektur pertahanan kolonial dan nilai sejarah tinggi bagi generasi modern.

Berikut ini Archipelago Indonesia akan memberikan ulasan lengkap tentang sejarah, arsitektur, dan pengalaman wisata di Benteng Victoria.

tebak skor hadiah pulsabanner-free-jersey-timnas

Sejarah Berdirinya Benteng Victoria

Benteng Victoria dibangun pada abad ke-16 oleh Portugis sebagai titik pertahanan strategis di Ambon. Tujuannya adalah untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah yang sangat berharga pada masa itu. Letak benteng di pusat kota memudahkan pasukan mempertahankan dan mengontrol wilayah sekitarnya.

Pada masa penjajahan Belanda, pasukan Belanda merebut dan memperkuat benteng ini. Arsitek dan tentara menahan struktur asli Portugis, tetapi menambahkan beberapa bagian untuk menyesuaikan kebutuhan militer abad ke-17. Hal ini menjadikan Benteng Victoria sebagai saksi peralihan kekuasaan kolonial di Ambon.

Selain sebagai benteng pertahanan, Victoria juga digunakan sebagai pusat administrasi militer. Para pejabat kolonial mengatur strategi pertahanan, logistik, dan komunikasi dari dalam benteng. Fungsi ganda ini menunjukkan pentingnya Benteng Victoria dalam sejarah politik dan militer di Maluku.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Arsitektur Dan Keunikan Benteng

Benteng Victoria memiliki arsitektur khas Eropa dengan dinding tebal dari batu karang dan semen yang kuat. Benteng ini berbentuk persegi dengan sudut-sudut yang menonjol sebagai posisi meriam. Desain ini memungkinkan pasukan benteng untuk menghadapi serangan dari darat maupun laut.

Selain itu, benteng memiliki beberapa bastion yang dilengkapi lubang meriam. Bastion ini merupakan bagian dari sistem pertahanan yang canggih pada masanya, memungkinkan penjaga benteng menembak musuh dari berbagai arah. Struktur ini menunjukkan kemampuan Portugis dalam membangun benteng pertahanan strategis.

Keunikan lain Benteng Victoria adalah letaknya yang menghadap laut Banda. Pemandangan ini tidak hanya memberi keuntungan strategis, tetapi juga kini menjadi daya tarik wisata. Pengunjung dapat menikmati panorama laut dan kota Ambon sekaligus merasakan suasana sejarah masa lampau.

Baca Juga: Belum Banyak Tahu! Ini Keindahan Kepulauan Sapeken Yang Masih Alami

Benteng Victoria Sebagai Warisan Budaya

 Benteng Victoria Sebagai Warisan Budaya

Benteng Victoria kini telah menjadi salah satu objek wisata sejarah di Ambon. Pemerintah setempat dan komunitas sejarah berupaya melestarikan bangunan ini agar tetap utuh. Pengelola benteng sering mengadakan kegiatan edukatif, seperti tur sejarah dan workshop budaya, di sekitarnya.

Keberadaan benteng juga menjadi simbol identitas masyarakat Ambon. Peninggalan ini mengajak generasi muda mengenal sejarah perjuangan bangsa. Benteng menjadi media pembelajaran yang hidup, bukan sekadar monumen statis.

Selain itu, Benteng Victoria masuk dalam daftar warisan budaya yang mendapat perhatian nasional. Pelestarian benteng membantu menjaga nilai sejarah dan estetika arsitektur kolonial, sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Maluku.

Tips Mengunjungi Benteng Victoria

Pengunjung sebaiknya datang pada pagi atau sore hari untuk menikmati Benteng Victoria secara maksimal. Suasana lebih sejuk dan pencahayaan matahari membuat bangunan terlihat lebih fotogenik. Tur guide lokal dapat membantu menjelaskan sejarah dan fakta menarik benteng.

Pengunjung sebaiknya membawa kamera atau smartphone untuk memotret pemandangan laut dan kota Ambon dari atas benteng. Beberapa sudut bastion menawarkan perspektif unik untuk fotografi. Jangan lupa mengenakan alas kaki yang nyaman karena beberapa area masih memiliki tangga dan jalan berbatu.

Selain menikmati sejarah dan pemandangan, pengunjung bisa mampir ke kafe atau warung di sekitar benteng. Tempat ini menawarkan santapan lokal sekaligus kesempatan berinteraksi dengan warga sekitar, menambah pengalaman kunjungan yang menyenangkan.

Jangan lewatkan info terbaru tentang Archipelago Indonesia, selalu diperbarui setiap hari, menyajikan berita lengkap dan menarik untuk Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari kompas.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com

Similar Posts